Sabtu, 06 September 2014

Tertuju Satu Nama: Ta

Ta.

Kutulis di awal sajak
tertuju satu nama: Ta
paras ayumu, merayu sebiji mataku
dan sebiji mata yang satu
sayu, sampai aku meratap rindu
apalagi sendu senyummu, membuatku melaju,
memburu waktu agar tak lalu

Kurasa bisikmu sangat mengusik
menyelip dalam tiap pori kulit
sangat perlahan, namun rupawan
bisa aku tak terpesona? Tidak!
apalagi setelah kamu menatapku sengaja

Aku bisa:
demi detik merasa, demi hari menjaga, demi tahun menjelma
menjadi sandaranmu
sepasang lengan: kiri mengayun, kanan memeluk ragamu, erat
kaki pun rela melangkah mesra
lalu bibir tersenyum lega

Sajak-sajak tercipta untukmu
Maka kutulis di akhir juga, namamu
Memang tertuju satu nama: Ta.

                                                                                    5 September 2014


1 komentar: