Waktu yang kau beri telah lama mati
dalam kayu yang kita pelihara, sayang
Pada bapak tukang kayu aku menanya:
Apa mantra yang tanganmu rapal hingga
kayumu
menjelma peti mati penyemayam waktu?
“Waktu itu eternal objects, tak abadi
ia akan hidup kala kau ingat,
sementara
berapa putaran waktu kau lupai
sebelum ia masuk dalam kayu pusara?”
Sayang, aku tak melupakan waktu
terlalu berat saja kenangan yang
harus kuikat
bersama waktuku darimu.
Mei 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar