Ta,
banyak pujangga yang mengalami jatuh cinta pada pandangan pertama, lalu
menransformasikannya ke dalam alunan-alunan syair yang syahdu. Tapi aku tak
mengalaminya padamu, Ta. Aku jatuh cinta, pada perhatian yang pertama padamu. Ketika
pertama memperhatikan bulatnya bola matamu, sayunya tatapanmu, gembilnya
pipimu, manisnya senyummu, pucatnya rupamu, lemasnya dirimu, serta menggilanya
jiwamu pada perahu. Aku sadar bahwa aku telah memutuskan untuk melekatkan
sayangku seketika itu juga.
Ta,
kau tahu? Jutaan detik, ribuan menit, serta ratusan hari telah aku lalui dengan
mengenangnya. Setiap jalan yang kulewati, selalu terbayang hangat remasan
tangannya di sela jemariku. Setiap buku yang kubaca, selalu terdapat rangkaian
huruf yang menyebut namanya. Setiap tulisan yang tercipta, selalu terlumuri
oleh unsur tentangnya. Dan setiap tempat yang kusambangi, selalu berharap
dibarengi dengan senyum manis bibirnya, di sampingku. Tetapi, kau telah
menuntunku untuk menjauh dari bayang yang telah lama kuikuti, Ta. Selama ini
aku terjebak dalam bayang yang aku tak tahu seberapa luas panjang dan lebarnya.
Sebuah bayang kenangan yang menahanku. Sebuah bayang yang memilukan.
Ta, kau tahu kan, bahwa yang
paling menyakitkan itu bukanlah sebuah perpisahan, melainkan ketika kita tak
dipedulikan lagi? Bagaimana dia sudah tak ingin tahu hal apa yang kualami hari
ini, bagaimana ia sudah tak ada keinginan mengirimkan sebuah pesan penuh
pertanyaan dan kekhawatiran. Terlebih, bagaimana ia sudah ada objek baru untuk
dituju. Sementara di lain sisi, aku selalu memikirkannya, bertanya-tanya apakah
dia sudah makan atau belum, apakah sudah melunasi kewajibannya atau belum, atau
apakah dia sedang sehat atau sedang sakit. Selalu membayangkan apa yang sedang
dilakukannya. Serta selalu berharap untuk dia datang kembali padaku. Namun
kenyataannya, bahwa dia tak peduli lagi dengan semua pertanyaan-pertanyaanku.
Ta, aku telah memutuskan untuk
pergi, untuk melepaskannya. Melepas bayangnya dan tak kuikuti lagi. Membiarkan
bayangnya pergi menyusul raga dan rasa yang telah lebih dulu meninggalkanku.
Dan aku telah menetapkannya semenjak aku menatap jauh ke dalam matamu, Ta.
Dulu.
20
Agustus 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar