Ta.
Kutulis di awal sajak
tertuju satu nama: Ta
paras ayumu, merayu sebiji mataku
dan sebiji mata yang satu
sayu, sampai aku meratap rindu
apalagi sendu senyummu, membuatku melaju,
memburu waktu agar tak lalu
Kurasa bisikmu sangat mengusik
menyelip dalam tiap pori kulit
sangat perlahan, namun rupawan
bisa aku tak terpesona? Tidak!
apalagi setelah kamu menatapku sengaja
Aku bisa:
demi detik merasa, demi hari menjaga, demi tahun
menjelma
menjadi sandaranmu
sepasang lengan: kiri mengayun, kanan memeluk
ragamu, erat
kaki pun rela melangkah mesra
lalu bibir tersenyum lega
Sajak-sajak tercipta untukmu
Maka kutulis di akhir juga, namamu
Memang tertuju satu nama: Ta.
5 September 2014
I LOVE YOU :*
BalasHapus