Lalu bagaimana dengan kita?
bertanya lagi apa yang mesti
kulakukan
sementara waktu di antara betis
kita
telah meregang merenggang
aku akan payah
sementara tadinya aku dan kamu
bagai gumpalan comolonimbus yang
menggunung
yang terus meracau mengeja
nama-nama kamu, kamu,
kamu, dan kamu
Lalu datang matahari yang cuma
satu
aku dan kamu berebut untuk
menyekapnya dalam saku
walau di mata mendung kita ia
tak serupa bentuk
pun jalan yang kita tunjuk
Dan aku berbisik pada telingamu:
Bahwa kita pernah sedalam-dalam
mengikat tali.
Mei 2014
teruntuk nama yang pernah sangat lekat
namun merenggang oleh jarak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar