Malam yang tenang
melukiskan silhuet namamu melalui awan dan bintang
yang berpindah dikepakkan sayap burung gereja
yang bingung mengikuti naluri pulang
sinar merkuri terlalu banyak sebagai penuntunya
putih, kuning, merah
semua sama menyilaukan
sementara bulu yang lepas penanda jalan pulang
tersapu pembilang malam yang terus menggembala nafsu
di pojokan, di bawah atap, di persimpangan daun dan dahan
Lalu apa lagi yang mesti engkau dustakan?
segala ujung panah tepat menuju padamu
pada dada yang dikedua sisinya selalu bergejolak
merindu seorang di seberang kota
Coba saja kau berjalan dengan caraku:
tak lebih dari tiga batang rokok kretek
dan seplastik kopi pahit.
Mulai saja dari malam yang tenang
jangan takut hujan
tanya saja pada burung gereja
yang juga bingung mengikuti naluri pulang
Tak seperti siang tadi
ini malam yang tenang
melukiskan silhuet namamu melalui awan dan bintang
yang berpindah dikepakkan sayap burung gereja
yang bingung mengikuti naluri pulang
sinar merkuri terlalu banyak sebagai penuntunya
putih, kuning, merah
semua sama menyilaukan
sementara bulu yang lepas penanda jalan pulang
tersapu pembilang malam yang terus menggembala nafsu
di pojokan, di bawah atap, di persimpangan daun dan dahan
Lalu apa lagi yang mesti engkau dustakan?
segala ujung panah tepat menuju padamu
pada dada yang dikedua sisinya selalu bergejolak
merindu seorang di seberang kota
Coba saja kau berjalan dengan caraku:
tak lebih dari tiga batang rokok kretek
dan seplastik kopi pahit.
Mulai saja dari malam yang tenang
jangan takut hujan
tanya saja pada burung gereja
yang juga bingung mengikuti naluri pulang
Tak seperti siang tadi
ini malam yang tenang
Juni 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar