Izinkan aku mengenang, tentangmu
yang biasa saya panggil, Do.
mengenang tentangmu yang biasa
kusapa tiap pagi,
dulu
Hari itu, adalah terakhir kali
kudapat lihat nyata sosokmu
bukan karena saya menangisi perpisahan antara aku dan engkau,
menyesali pertemuan antara aku dan engkau, atau
menggugat takdir antara aku dan engkau
hanya saja, aku merasa bahwa waktu terlalu singkat untuk kau ada
bukan karena saya menangisi perpisahan antara aku dan engkau,
menyesali pertemuan antara aku dan engkau, atau
menggugat takdir antara aku dan engkau
hanya saja, aku merasa bahwa waktu terlalu singkat untuk kau ada
di sisiku
Untukmu,
tolong, ajari aku untuk bisa tegar
bukan sekedar sabar,
bukan sekedar tenang,
tapi lebih dari sebutan ikhlas
merelakan engkau pergi yang memang untuk selamanya
Namun, catatan yang terlanjur tergores tentang dirimu ini, masih melekat
Untukmu,
tolong, ajari aku untuk bisa tegar
bukan sekedar sabar,
bukan sekedar tenang,
tapi lebih dari sebutan ikhlas
merelakan engkau pergi yang memang untuk selamanya
Namun, catatan yang terlanjur tergores tentang dirimu ini, masih melekat
erat dalam-dalam, jauh di lubuk
sanubari
Maafkan aku, yang terlalu rapuh menghadapi ini
Maafkan aku, yang terlalu rapuh menghadapi ini
aku tidak bisa sekuat yang orang
katakan
untuk melewati bagian cerita ini
Februari 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar