Senin, 12 Mei 2014

Maafkan Aku


Izinkan aku mengenang, tentangmu yang biasa saya panggil, Do.
mengenang tentangmu yang biasa kusapa tiap pagi,
dulu

Hari itu, adalah terakhir kali kudapat lihat nyata sosokmu
bukan karena saya menangisi perpisahan antara aku dan engkau,
                                  menyesali pertemuan antara aku dan engkau, atau
                                  menggugat takdir antara aku dan engkau
hanya saja, aku merasa bahwa waktu terlalu singkat untuk kau ada
di sisiku

Untukmu,
tolong, ajari aku untuk bisa tegar
bukan sekedar sabar,
bukan sekedar tenang,
tapi lebih dari sebutan ikhlas
merelakan engkau pergi yang memang untuk selamanya

Namun, catatan yang terlanjur tergores tentang dirimu ini, masih melekat
erat dalam-dalam, jauh di lubuk sanubari

Maafkan aku, yang terlalu rapuh menghadapi ini
aku tidak bisa sekuat yang orang katakan
untuk melewati bagian cerita ini


                  Februari 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar