Jumat, 04 April 2014

Di Ujung Garis Pelipis


Di antara warna langit yang malam
dan bulan yang tercukil buta
ragam warna-warni merekah
dari harapan, kenangan, dan kasih kita
akankah dipupuk-siramkan lagi, lagi segar
suratan hitam yang memberi hidup
karena siang-siang yang terik dan merah

Di ujung garis pelipis, mata menemu mata
Layaknya beratus hari umur sebelum mati
senantiasa memandang
sedang di depan kelam, yang jauh dari bangkit
mata-mata setelah ini mengasah guratan di bibir

Biarlah segala dan semua membanjir
di antara menit-menit malam
begitu meranggas kehidupan
yang masih belum ada terjemahan
hanya dilengkapkan buaian sepi
dan dalam persegi yang memenjara



Maret 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar