Jumat, 04 April 2014

Mestinya Bercermin


Mestinya bercermin
bukan bertanya mengapa, apa, serta kenapa
atau menyalahkan tentang kehausan yang memaksa
apalagi menyandarkan pada kebencian
yang memberi tempat untuk melintas
bukan mengumpat, menyumpah

Mestinya bercermin
bertanya pada diri, sebab ialah yang tahu
hal terlampaui dahulu
melontarkan dan menepiskan peradaban
menampakan kekuasaan, mengentakan ombak
menyeruakan keangkuhan
mengguncang, menyatukan jiwa dan jasad

Mestinya bercermin
bukan bertanya
mengapa tidak?
atau karena ulah yang seringkali terbuai
acuh dan mengabaikan
saksi fana kehidupan

Mestinya bercermin
bukan bertanya
bahwa hidup adalah (bukan) karma
menuai tanpa menebar?

Tapi aku benci cermin. Ia hanya menampakan satu sisi saja tanpa perduli bahwa aku mempunyai sisi yang lain. Lalu? Tidak.



Maret 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar