Jumat, 04 April 2014

Nantian


Kau nanti aku di pucuk kebisingan
setiap dentang, seiring perubahan derajat jarum
dari rangkul gulita dalam gelap
kau (harus) sadar, telah membeku
atau menguap lenyap

Kau nanti aku di bisu kemarau
di selipan dahan ranting berguguran
hingga lamuk memudar berserakan

Sadarlah, terang tak hanya siang


Oktober 2012


Tidak ada komentar:

Posting Komentar