Kau nanti aku di pucuk kebisingan
setiap dentang, seiring perubahan derajat jarum
dari rangkul gulita dalam gelap
kau (harus) sadar, telah membeku
atau menguap lenyap
Kau nanti aku di bisu kemarau
di selipan dahan ranting berguguran
hingga lamuk memudar berserakan
Sadarlah, terang tak hanya siang
setiap dentang, seiring perubahan derajat jarum
dari rangkul gulita dalam gelap
kau (harus) sadar, telah membeku
atau menguap lenyap
Kau nanti aku di bisu kemarau
di selipan dahan ranting berguguran
hingga lamuk memudar berserakan
Sadarlah, terang tak hanya siang
Oktober 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar