Jumat, 04 April 2014

Jam Sepuluh Malam


Barusan hujan menghujami langit-langit atapmu, ya?
atau kemarin, juga sehari sebelum itu
oleh air, mengguruh, lalu kilau petir Thor
serta letupan khas tiap membentur dinding di balik dada

Sebentar-sebentar bisa terang, memang
tapi ini musim malam, sayang.
Pelangi hanya tercecer di jendela, mengendap
pudari bening kaca kamarmu
tinggal percikan mata yang mengering dan sebingkai tisu,
juga gema isakmu
berserakan mendengung dalam kamar, lalu hilang ditelan ranjang

Waktu yang tengah malam itu, apa menangiskanmu,
apa juga melelapkan lelah
Selimut hanya menjelmakannya sebagai nyanyian
tanpa memelukmu, kan?


Oktober 2012


Tidak ada komentar:

Posting Komentar