Jumat, 04 April 2014

Melukis Langit

Hari Minggu pukul dua lebih tujuh 
kau ingat?
saat buih ombak menuruti apa kata musisimu
berkejaran saling membalap
ke pantai

Dua menit kita berkedip,
bersiul,
berambisi, tentu.

Sesaat lalu Selasa
maka aku haus dan engkau lapar
kicau kita pun menganga
dan itu, masih pukul dua lebih sembilan
angin pantai jadi berhembus, sebelum rabu.

Aku pun telah melukis langit dengan arang, warnaku.
yang biru, laut di bawahnya
yang abu-abu, lamuk penyelimutnya,
yang hitam, ujung penggoresnya.
Kenapa tetap kau cipratkan keruh air garam?



Desember 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar