Jumat, 04 April 2014

Tentang Kepergian


Malam terlampau sering beranjak hingga aku bingung membilangnya
membuat sebuah simetris kotak
lalu kenangan lambat laun teronggok
bertindihan dengan sesaknya
atau mengambil cangkul serta pikul, menggali lahat
guna memendam memori lalu
sekitar gurat hambar bibir, atau getar canda

Lalu aku berhitung
langkah gontai sepasang kakimu, aku mau membilangnya
membebaskan jejak disetiap hamparan mata menatap
tersambung di ujung masa, mungkin
atau di puncak segala
adalah waktu yang tetap kuasa

Bisakah airmata aku ternakan?
Mengembang biakanya di hitam cekung wajah
menjaga airmata yang paling basah
dan menunggumu menguapkanya dengan senyum

Tetap saja datang berlawanan dengan pergi
memicingkan mata, menapak punggung-punggung samar
yang akan hilang tanpa tolehan seraut wajah salam perpisahan

Kelak, dalam masa beradu pandang yang samar
akan ada tatapan kembar hitam putih yang saling bicara
mungkin tentang rindu
, atau kepergian yang terbit
lagi-lagi karena datang berlawanan dengan pergi
hanya kenangan yang kau titipkan..



Januari 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar