Jumat, 04 April 2014

Pagi, lalu Aku

Sebut saja, malam tadi adalah sebaris percakapan tanpa kata dekapan
yang biasa ada sebagai pengganti lengan yang saling mengait-baitkan
aku berharap pagi nanti tiba tanpa luka
tanpa embun yang terlukai oleh pinggiran daun
dan mimpi-mimpi buruk terkulai-terbengkalai
mungkin di tempatmu, air begitu dingin menggamit beku dalam basuhan wajahmu usai terbangun
putri malu sembunyi, mengatup diri perlahan

Aku selalu ingin menyapa pagimu dengan biasa
dengan isyarat menggetar-getir segala beku
yang pernah memeluk dadaku
Ini untukmu, sayang
bisa kau baca seusai kau buka mata
dan buka sesuatu
untuk sewaktu-waktu kau bisa langsung dengan segera mengingat pagi lebih dulu
Lalu aku


Juni 2012


Tidak ada komentar:

Posting Komentar