Sebut saja, malam tadi adalah sebaris percakapan tanpa kata
dekapan
yang biasa ada sebagai pengganti lengan yang saling
mengait-baitkan
aku berharap pagi nanti tiba tanpa
luka
tanpa embun yang terlukai oleh pinggiran daun
dan mimpi-mimpi buruk terkulai-terbengkalai
mungkin di tempatmu, air begitu
dingin menggamit beku dalam basuhan wajahmu usai terbangun
putri malu sembunyi, mengatup diri perlahan
Aku selalu ingin menyapa pagimu dengan biasa
dengan isyarat menggetar-getir segala beku
yang pernah memeluk dadaku
Ini untukmu, sayang
bisa kau baca seusai kau buka mata
dan buka sesuatu
untuk sewaktu-waktu kau bisa langsung dengan segera
mengingat pagi lebih dulu
Lalu aku
Juni 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar